Shakir Al-Tekreeti adalah salah satu petarung Muay Thai dan kickboxing dari Irak yang mulai menonjol di panggung internasional. ONE Championship+1 Ia lahir di Baghdad, Irak, dan memulai latihan bela diri pada usia sekitar 15 tahun, pada tahun 2012. ONE Championship Dari sana, ia mengembangkan kariernya hingga menembus sirkuit Muay Thai Thailand dan kemudian bergabung dengan promosi besar world class, ONE Championship.
Untuk bisa bersaing di arena Asia Tenggara yang sangat kompetitif, Al-Tekreeti memilih menetap di Pattaya, Thailand, agar memperoleh pelatihan yang lebih intensif dan akses ke gym serta sparring yang berkualitas. ONE Championship Keputusan ini menunjukkan tekadnya untuk melampaui batasan-geografis sebagai atlet dari Irak dan bersaing di level global.
Meski belum memiliki banyak catatan kemenangan di tingkat dunia, karier Al-Tekreeti menunjukkan proses perkembangan yang menarik:
Pada 6 Oktober 2023 di acara ONE Fight Night 15, Al-Tekreeti menghadapi Bampara Kouyate dalam pertarungan Muay Thai pada berat sekitar 175 lbs dan meraih kemenangan lewat keputusan bulat (unanimous decision). Tapology
Pada 12 Januari 2024 di ONE Fight Night 18, ia menghadapi Rungrawee Sitsongpeenong dan mengalami kekalahan melalui TKO di ronde ke-2. Tapology
Salah satu momen besar dalam kariernya adalah pertarungan melawan Masaaki Noiri dari Jepang, pada ONE 170 di Bangkok, 24 Januari 2025 yang berakhir dengan kekalahan Al-Tekreeti melalui TKO setelah cedera kaki (calf kick) yang cukup parah. Tapology+1
Menurut catatan MuayThaiRecords, hingga awal 2025, rekornya tercatat 1 menang dan 2 kalah. Muay Thai Records
Shakir Al-Tekreeti memiliki tubuh yang cukup tinggi untuk kategori-nya — dengan tinggi sekitar 185 cm (6′1″) dan jangkauan (reach) mencapai sekitar 196 cm (77″) menurut catatan. Muay Thai Records+1 Tinggi dan reach tersebut memberinya potensi keuntungan dalam menggunakan jangkauan serang kaki dan pukulan.
Beberapa karakteristik gaya bertarungnya:
Kaki Panjang & Reach: Dengan postur tinggi dan reach panjang, Al-Tekreeti biasanya mencoba memanfaatkan jangkauan untuk menjaga jarak dan menyerang dengan teep atau tendangan kaki panjang.
Latihan Muay Thai Thailand: Menetap di Pattaya memungkinkan ia untuk menyerap aspek tradisional Muay Thai — seperti clinch, sikut, dan kombinasi. Hal ini meningkatkan fleksibilitas gaya bertarungnya.
Mental Petarung Pengembangan: Karena berasal dari negara dengan sedikit sejarah besar dalam arena Muay Thai internasional, Al-Tekreeti membawa semangat “underdog” yang tidak takut mengambil tantangan.
Meski demikian, dari momen pertarungannya, ia juga menunjukkan beberapa kelemahan—misalnya rentan terhadap serangan teknis cepat lawan atau tekanan dari petarung berpengalaman.
Karier Shakir Al-Tekreeti menghadapi berbagai tantangan besar:
Persaingan Tinggi di Thailand dan Dunia: Berkompetisi di Thailand berarti bersaing dengan atlet Muay Thai terbaik dunia. Pengalaman lawan-lawannya sangat besar, dan Al-Tekreeti masih dalam tahap pengembangan.
Cedera dan Teknik Lawan: Pertarungannya melawan Masaaki Noiri berakhir dengan cedera kaki dari calf kick, yang memperlihatkan bahwa pertahanan terhadap tendangan kaki dan tekanan bawah harus diperkuat. Sportskeeda+1
Konsistensi dan Rekor: Dengan hanya satu kemenangan tercatat di level ONE hingga awal 2025, Al-Tekreeti perlu memperkuat konsistensi dan meraih kemenangan lebih banyak agar dapat masuk ke level elite.
Mentale & Ekspektasi: Sebagai atlet dari negara yang tidak “tradisional” Muay Thai, ia menghadapi tuntutan untuk membuktikan dirinya, yang bisa menjadi tekanan tambahan.
Namun, tantangan-tantangan tersebut juga membawa pelajaran: adaptasi gaya, memperkuat pertahanan, memilih lawan secara strategis, dan terus berlatih di gym kelas atas seperti yang ia lakukan di Thailand.

Walaupun belum meraih gelar dunia, keberadaan Shakir Al-Tekreeti memiliki makna penting:
Ia menjadi salah satu perwakilan dari perkembangan Muay Thai di Timur Tengah/Irak. Ini membuka peluang bagi petarung dari wilayah yang sebelumnya kurang terwakili di panggung global.
Dalam promosi ONE Championship, kehadirannya memperkuat keragaman atlet dan memperlihatkan bahwa olahraga ini semakin global.
Kisahnya sebagai petarung muda yang pindah ke Thailand dan berani menghadapi lawan top memberi inspirasi bagi atlet dari negara-non tradisional Muay Thai.
Untuk ke depan, segmen karier Al-Tekreeti memiliki beberapa arah yang bisa penting:
Meningkatkan Rekor & Teknik: Dengan memperkuat pertahanan terhadap tendangan kaki, meningkatkan teknik clinch, sikut, dan memperbaiki stamina, Al-Tekreeti bisa naik tingkat.
Pemilihan Lawan Strategis: Memilih lawan dengan profil yang memungkinkan untuk kemenangan signifikan bisa membantu reputasi dan momentum.
Pengembangan Brand & Sponsor: Sebagai atlet Irak yang bersaing di dunia internasional, peluang untuk sponsor dan dukungan nasional terbuka luas.
Daya Tarik Global: Dengan basis pengalaman di Thailand dan promosi international, ia punya potensi menjadi figur global dari Irak/Middle East dalam Muay Thai.
Shakir Al-Tekreeti adalah petarung yang masih dalam perjalanan menuju puncak. Dari latar belakang yang menantang dan keputusan untuk pindah ke Thailand demi pelatihan yang lebih baik, ia menunjukkan tekad besar. Walaupun rekornya di level internasional masih terbatas, keberanian mengambil tantangan dan potensi fisik yang ia miliki menjadikannya salah satu nama menarik untuk diikuti di dunia Muay Thai dan kickboxing.
Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut klik link berikut : BOS5000