Cover Image

Alberto “La Avispa” Puello: Sang Raja Ring Super‑Lightweight dari Republik Dominika

Juli 14, 2025 - Durasi membaca: 20 menit

Alberto Puello Calderón, yang dikenal dengan julukan “La Avispa” (Tawon), lahir pada 22 Juli 1994 di San Juan de la Maguana, Republik Dominika. Ia memulai debut profesional pada 7 Maret 2015 dan langsung mencatat kemenangan melalui TKO pada ronde pertama atas Marcos Hernandez.


Merintis Gelar Regional dan Peringkat Awal

Dalam waktu singkat ia mengumpulkan rekor sempurna serta beberapa gelar regional:

  • WBA Fedelatin dan WBC Latino (awal 2017)

  • WBA Interim Super Lightweight setelah mengalahkan Jonathan Alonso pada Juli 2019 

Eksplosinya muncul lewat kombinasi teknik, kecepatan, dan daya hancur—sebuah tanda awal bahwa “La Avispa” siap naik ke jajaran elit dunia.


Kejuaraan Dunia WBA dan Kontroversi

Pada 20 Agustus 2022, ia merebut gelar WBA Super Lightweight dengan mengalahkan Batyr Akhmedov lewat split decision. Ini menjadikannya petinju pertama dari Republik Dominika yang memegang gelar dunia di divisi ini.

Namun kemudian ia terkena sanksi 6 bulan akibat tes doping positif sebelum pertarungan dengan Rolando Romero (April 2023). WBA menempatkannya sebagai champion-in-recess sebelum akhirnya gelarnya dicabut (Juli 2023).


Rebound dan Gelar WBC Interim – Naik Kelas Dunia

Pada 15 Juni 2024, Puello menang split decision atas Gary Antuanne Russell di MGM Grand, meraih gelar WBC Interim Super Lightweight. Belakangan ia diangkat menjadi juara utama WBC ketika Devin Haney dinyatakan champion-in-recess.

Pertarungan ini menjadi bukti kematangannya—mengelola tekanan besar dan membereskan pesaing tangguh dunia.


Pertahanan Gelar Melawan Sandor Martín

Pada 1 Maret 2025, Puello mempertahankan gelar WBC-nya setelah menang split decision atas Sandor Martín di Barclays Center, Brooklyn NY, dalam duel keenam di undercard Davis vs Roach.

Meski Martin mencatat lebih banyak pukulan keras, Puello unggul lewat jumlah jab yang signifikan—67 berbanding 31—dan bangkit kuat di ronde tengah akhir. Banyak pengamat menyebut ini pertarungan berat yang berhasil Ia kendalikan .


Rekor Profesional dan Statistik

Hingga Juli 2025, catatan kariernya adalah:

  • 24 kemenangan (10 KO) – catatan KO 42%

  • 1 kekalahan (Melawan Subriel Matías via majority decision, 12 Juli 2025) 

  • Total 188 ronde profesional, rata-rata 7,5 ronde per laga

Ia pernah menampilkan reputasi kelas dunia dan berada di jajaran peringkat tinggi—#2 Ring Magazine di kelas 140 lbs.


Gaya Bertarung dan Teknik Ring

Puello adalah southpaw dengan tinggi 175 cm dan reach 180 cm. Keunggulannya:

  • Jab tajam & presisi, sebagai senjata utama pertandingan bertahan ofensif

  • Kelincahan serta footwork untuk menyerang dan melindungi

  • Counter efektif, terutama mendekati ronde tengah akhir, ideal untuk melumpuhkan lawan

  • Mental kuat, pantang menyerah bahkan saat menghadapi tekanan berat atau cedera

Style ini memenangkan banyak pertarungan ketat lewat keputusan split/unanimous.


Alberto Puello - Ready To Fight

Kekalahannya dari Subriel Matías via majority decision pada 12 Juli 2025 (Louis Armstrong Stadium, NYC) merupakan pukulan pertama tapi juga pelajaran signifikan. Pertandingannya dengan Matías bahkan disebut lebih dekat dari skor resmi mengingat dominasi early rounds.

Namun penampilan tersebut tetap menunjukkan kualitas Puello dan membuka kemungkinan rematch.

Puello dikenal memiliki mental “never quit”. Sebelum pertarungan melawan Martín, ia menyatakan:

“Fighting here in New York… motivates me a lot…I will show why I’m the WBC champion… fireworks”.

Semangat inilah yang membawanya bangkit dari cedera dan hiatus, serta terus melaju di klasemen dunia.

Meskipun mengalami kekalahan pertama, Puello tetap menjadi salah satu petarung top dunia. Beberapa target kariernya:

  • Rematch melawan Matías untuk merebut kembali sabuk WBC

  • Unifikasi gelar melawan juara dari organisasi lain

  • Melanjutkan karier sebagai ikon tinju Dominika, memecah rekor gelar di kelas super-lightweight

Dengan usia 30 dan rekam jejak penuh konsistensi serta teknik mumpuni, masa depan Puello tetap cerah.

Alberto “La Avispa” Puello adalah contoh bagaimana seorang petinju bisa bangkit dari kontroversi dan kembali merajai ring dunia. Dengan rekod tak terkalahkan dalam 24 laga awal, gelar WBA dan WBC, serta gaya southpaw cerdas dengan jab mematikan, ia jadi simbol keberhasilan tinju Dominika di panggung dunia. Meski terjatuh satu kali, jalan kariernya masih terbentang luas menuju gelar unifikasi dan pertarungan spektakuler di masa mendatang.

Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut klik link berikut : bos5000