Cover Image

Jarred Brooks: “The Monkey God” yang Membangun Legenda di ONE Championship

Juli 31, 2025 - Durasi membaca: 17 menit

Jarred Brooks—lebih dikenal sebagai “The Monkey God”—merupakan salah satu petarung paling atraktif dan dominan dalam divisi strawweight MMA global. Dengan gaya gulat yang eksplosif, teknis submission rapih, dan mental baja, Brooks mempersiapkan diri sebagai salah satu atlet terbaik yang pernah dihuni oleh ONE Championship.

Jarred Brooks lahir pada 2 Mei 1993 di Warsaw, Indiana, Amerika Serikat. Ia tumbuh di budaya gulat khas Midwest—berkompetisi di tingkat SMA sebagai juara negara bagian Indiana pada 2012 dengan rekor sempurna. Setelah studi di Indiana Tech dan kemudian Notre Dame College, ia memutuskan memasuki dunia MMA penuh waktu.

Memulai karier profesional di usia 21 tahun, Brooks menorehkan rekor amatir 28–1 dan memulai debut profesional dengan 12 kemenangan beruntun melalui perpaduan grappling dan wrestling elit. Ia kemudian tampil di organisasi seperti Pancrase, Rizin, UFC, dan World Series of Fighting—sebelum akhirnya bergabung dengan ONE Championship pada 2021.


Gaya Bermain: Kekerasan Wrestling Bertemu Kehalusan Submission

Brooks mendapat julukan “The Monkey God” karena kekuatan fisiknya, insting gulat yang tajam, dan kemampuan dominasi di ground game. Di MMA, ia dikenal melalui teknik grappling yang agresif dan submission yang mematikan seperti rear-naked choke. Dari total 21 kemenangan profesional, Brooks mencetak 9 submission dan 2 KO/TKO, serta sempat menjalani 1 keputusan split.

Stance-nya bersifat switch, membantunya bergerak adaptif menghadapi berbagai gaya opponent. Latar belakang NCAA Division II wrestling memberikan dasar kuat dalam setiap grappling ofensif maupun defensif.


Karier di ONE Championship

ONE Strawweight World Champion

Brooks membuat gebrakan pada ONE 164 (3 Desember 2022), ketika ia mengalahkan juara bertahan Joshua Pacio lewat unanimous decision dalam laga lima ronde dan merebut sabuk kejuaraan strawweight.
Namun pada rematch tanggal 1 Maret 2024 di ONE 166: Qatar, ia harus melepaskan gelar setelah melakukan slam ilegal yang membuat pertarungan langsung dihentikan hanya dalam 56 detik—hukumannya berupa diskualifikasi.

Setelah Pacio mengalami cedera ACL, Brooks kembali ke puncak pada ONE Fight Night 24 – 2 Agustus 2024, merebut gelar interim strawweight dengan cepat mengunci Gustavo Balart via rear-naked choke di ronde pertama (4:39).
Langkahnya melaju ke unifikasi gelar, yang dijalani di ONE 171: Qatar – 20 Februari 2025, namun pada laga itu ia kalah TKO ronde dua dari Pacio dan gelar tak terbantahkan kembali ke tangan sang rival.


Statistika ONE Championship

  • Total pertarungan: 9

  • Kemenangan: 5 (3 submission, 1 selesai TKO, 1 keputusan)

  • Kekalahan: 4 (termasuk satu DQ)

  • Finish rate: sekitar 60%

  • Durasi rata-rata pertarungan: 8 menit 54 detik

Meskipun punya rekor yang solid, Brooks dikenal agresif dari awal ronde—selalu mendominasi dengan tekanan tekanannya baik lewat wrestling maupun submission.


Rivalitas Epik dengan Joshua Pacio

Perseteruan Brooks dengan Joshua Pacio adalah salah satu rivalitas paling menarik di MMA Asia.

  • Pertemuan pertama (ONE 164) dimenangkan Brooks lewat keputusan, mematahkan dominasi Pacio di divisi strawweight.

  • Rematch (ONE 166) hanya bertahan kurang dari semenit karena Brooks melakukan slam ilegal sehingga diskualifikasi.

  • Di laga ketiga (ONE 171), Pacio membalaskan dendamnya dengan TKO ronde dua, menyatukan gelar dan menutup trilogi dengan skor 2–1 untuk Pacio.

Setelah laga, Pacio menyatakan keinginannya untuk bertanding lagi, bahkan menyebut kemungkinan pertarungan keempat, kelima, keenam. Rivalitas ini tidak hanya soal gelar, tetapi soal ego dan status tertinggi di divisi strawweight.


Mentalitas, Kesalahan, dan Pembelajaran

Brooks pernah menciptakan momen paling dramatis dalam kariernya—diskualifikasi akibat slam ilegal. Namun ia menerima kegagalan itu dengan sikap terbuka. Dalam wawancara, ia menyebut kekalahannya sebagai “komedi”—sebuah refleksi diri bahwa karier petarung terkadang penuh kejutan tak terduga.
Penghargaan mentalnya terlihat ketika ia berkata bahwa ia lebih sering belajar dari kegagalan dan terus menjaga mental underdog yang memotivasinya untuk terus berkembang.


Fleksibilitas Kelas dan Tantangan Baru

Pada ONE Fight Night 26 (6 Desember 2024), Brooks naik kelas ke flyweight untuk melawan Reece McLaren. Ia kalah lewat split decision dalam debutnya di divisi 135 lb, namun menunjukkan kepercayaan diri dan kesiapan bertarung melawan petarung tangguh di kelas yang lebih besar.

Selain MMA, ia juga mencoba cabang submission grappling dengan menantang juara dunia Mikey Musumeci pada Agustus 2023. Meskipun kalah, upaya tersebut menunjukkan semangatnya untuk berkembang lintas disiplin.


The Monkey God ...

Dengan rekor profesional 21–6 (1 NC) hingga Februari 2025, Brooks tampak masih di puncak performanya. Ia terus membuka peluang untuk pertarungan lintas disiplin, termasuk bereksperimen dengan atlet Muay Thai seperti Superlek atau Rodtang, jika mereka turun ke MMA.

Selain itu, rivalitas masih bisa berlanjut—baik dengan Pacio maupun kemungkinan juara flyweight seperti Demetrious Johnson, yang pernah dilirik Brooks untuk duel lintas kelas.

Jarred Brooks adalah contoh atlet masa kini: menggabungkan keahlian teknis wrestling, insting submission yang matang, mental kompetitif tinggi, serta etos kerja yang tak kenal lelah. Meskipun pernah tersandung oleh kontroversi (seperti slam ilegal), ia bangkit kuat dan mengejar kembali puncak kariernya.

Leeat dari remaja juara gulat negara bagian hingga menjadi juara ONE Championship—kariernya mencerminkan ketekunan, adaptasi, dan keberanian berevolusi. Rivalitas epiknya dengan Pacio, mencoba flyweight, hingga tantangan grappling menandai bahwa Brooks punya ambisi besar.

Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut klik link berikut : BOS5000