Cover Image

Joshua Felix “The Passion” Pacio: Petinju Strawweight Terhebat dari Filipina

Juli 30, 2025 - Durasi membaca: 20 menit

Joshua Felix Pacio lahir pada 10 Januari 1996 di La Trinidad, Benguet, Filipina. Ia tumbuh dalam keluarga Igorot, dan sejak kecil sudah belajar mandiri karena ayahnya bekerja di luar negeri untuk mendukung keluarga. Di masa kecil, Joshua mengalami obesitas parah—pada usia sembilan tahun berat badannya mencapai sekitar 65 kg sehingga ia hampir tak dapat melihat kakinya sendiri. Demi kesehatan dan disiplin, saat usia remaja ia mulai belajar seni bela diri.

Pada usia 11 tahun, ia mulai menekuni kickboxing, kemudian beralih ke wushu sekitar usia 13-an tahun. Ia ikut dalam turnamen nasional wushu dan membangun fondasi disiplin serta mental juara. Selepas SMA, Joshua melanjutkan studi di jurusan Hotel & Restaurant Management di University of the Cordilleras sambil terus berlatih dan bertanding MMA .


Karier Profesional dan Debut MMA

Pacio memulai karier profesional pada akhir 2013 melalui turnamen lokal di Baguio. Ia mencatat kemenangan pertamanya pada Desember 2013 lewat TKO atas Denver Songaben. Hingga 2015, ia merangkai beberapa kemenangan beruntun melalui submission dan knock‑out di event regional seperti Team Lakay Championship dan PXC Laban. Sebelum masuk ke ONE Championship, rekornya sudah 6–0 dalam MMA profesional.

Debut internasionalnya terjadi awal 2016 dan menunjukkan bakat luar biasa. Ia mencetak TKO atas Rabin Catalan di ONE: Global Rivals lalu submit Kritsada Kongsrichai (rear-naked choke) di ONE: Heroes of the World—dua kemenangan dominan yang membuka jalan ke kelas strawweight.


Dari Tantangan ke Gelar Juara: Jejak Saruta dan Naito

Pada Oktober 2016, Pacio mendapat kesempatan pertama menantang Yoshitaka Naito untuk ONE Strawweight title di ONE: State of Warriors di Yangon, Myanmar — namun ia kalah submit pada ronde 3.

Tak patah semangat, pada 22 September 2018, Pacio berhasil menumbangkan Naito dengan keputusan mutlak di Jakarta, Indonesia, dan membawa pulang gelar juara dunia ONE Seser– menjadi petarung strawweight pertama Filipina yang berhasil merebut gelar tersebut. Namun ia segera kehilangan sabuk kepada Yosuke Saruta pada awal 2019 via split decision. Dalam rematch pada April 2019 di Pasay City, Pacio membalas dengan KO di ronde ke‑4 dan merebut kembali gelarnya.

Joshua kemudian mempertahankan gelar secara beruntun melawan Rene Catalan (submission), Alex Silva (decision), serta Saruta untuk kedua kalinya (TKO) hingga akhir 2021 — menjadikannya juara dengan beberapa pertahanan gelar di divisi strawweight.


Duel Epik versus Jarred Brooks

December 3, 2022 – di event ONE 164 di Pasay City, Pacio menghadapi Jarred Brooks. Setelah lima ronde kompetitif, Brooks keluar sebagai pemenang dengan keputusan mutlak, dan merebut sabuk strawweight dari tangan Pacio.

Setelah itu, Pacio bergabung ke Lions Nation MMA meninggalkan Team Lakay (2007–2023), guna membawa perubahan dalam pelatihan mental dan fisiknya.

Rematch mereka terjadi pada 1 Maret 2024 di ONE 166, Lusail, Qatar. Brooks didiskualifikasi hanya 56 detik setelah pertandingan dimulai karena melakukan slam ilegal yang menyentuh kepala Pacio. Diskualifikasi menghasilkan Joshua merebut kembali sabuk untuk ketiga kalinya. Insiden ini sempat memunculkan kekhawatiran tentang kondisi Pacio, namun hasil CT-scan menyatakan tidak ada kerusakan serius.

Akhirnya pada 20 Februari 2025, duel trilogi mereka digelar di ONE 171 di Lusail, Qatar, di mana Pacio mengukuhkan dominasinya dengan kemenangan TKO ronde kedua atas Brooks – menjadikannya juara strawweight yang tak terbantahkan dan mencatat rekornya menjadi 22–4.


Statistik dan Prestasi

  • Rekor profesional (per akhir Februari 2025): sekitar 22 kemenangan, 4 kekalahan.

  • Metode kemenangan: KO/TKO sekitar 9 kali, submission sekitar 8 kali, dan keputusan/judgment sekitar 5 kali, plus 1 kemenangan DQ.

  • Tinggi finish‑rate: sekitar 64 %.

  • Dirayakan sebagai salah satu petarung strawweight terbaik ONE sepanjang masa, bahkan digadang-gadang menjadi GOAT MMA Filipina oleh banyak pengamat setelah gelar ketujuh atas Brooks.


Gaya Bertarung dan Filosofi

Pacio dikenal dengan teknik kombinasi: jab presisi, tendangan kaki cepat, serta grappling yang berkembang pesat. Setelah kekalahannya dari Brooks di 2022, ia melakukan evaluasi besar-besaran: berganti tim pelatih, meningkatkan kekuatan, dan menambah pelatih BJJ seperti Gibran Langbayan untuk memperkuat pertahanan ground-nya.

Secara mental, Joshua sering mengungkapkan bahwa iman menjadi pondasi perjalanan kariernya. Ia menyebut bahwa kemenangan bukan hanya hasil kerja keras tetapi juga hasil berkat ilahi. Saat menghadapi kritik atau kekalahan, ia memaknai itu sebagai pelajaran untuk refleksi dan perbaikan diri.


Joshua “The Passion” Pacio

Sebagai figur publik, Joshua menjadi inspirasi bagi petarung muda Filipina, khususnya suku Igorot. Ia kini aktif membentuk Lions Nation MMA di La Trinidad sebagai sarana pengembangan talenta lokal. Seraya membela kehormatan bangsa, ia menekankan bahwa sumber daya bukanlah penghalang menjadi juara dunia asalkan diasah dengan disiplin, mentalitas, dan kerja keras.


Masa Depan: Flyweight dan Mixed-Rules

Meskipun Pacio tetap dominan di strawweight, sejak pertengahan 2025 ia menyampaikan bahwa secara alami ia termasuk dalam kelas flyweight (135 lbs), dan mempertahankan berat 125 lbs mungkin akan sulit seiring waktu. Ia terbuka untuk naik kelas setelah satu atau dua tahun berlaga di strawweight jika diperlukan demi performa dan kesehatan.

Selain itu, Joshua juga tertarik bereksperimen dalam format pertarungan mixed‑rules—dimulai dari kickboxing, kemudian grappling, dan MMA pada ronde berikutnya—mirip pertarungan Demetrious Johnson vs Rodtang. Ia bahkan menyebut beberapa nama yang ia incar seperti Prajanchai PK Saenchai maupun Jonathan Di Bella untuk cross-discipline match-up.

Joshua Pacio menunjukkan bahwa transformasi dari anak yang mengalami obesitas menjadi ikon MMA Filipina bukanlah dongeng kosong. Ia bangkit dari kekalahan, mengasah teknik dan mental, merebut gelar dunia berkali-kali, dan menyegel status sebagai juara strawweight terbesar sepanjang masa.

Dengan 3 gelar berbeda, filosofi berkelanjutan, dan porsinya sebagai mentor serta pelatih di Lions Nation MMA, warisan Pacio jauh lebih dekat pada makna: bukan hanya siapa yang juara, tapi siapa yang mengangkat generasi berikutnya.

Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut klik link berikut : BOS5000