Mamuka Usubyan merupakan salah satu petarung kickboxing dan Muay Thai yang cukup diperhitungkan dari Rusia. Meskipun usianya terbilang muda dalam konteks dunia striker kelas atas, prestasinya di ring sudah mulai menarik perhatian. Artikel ini akan mengulas perjalanan karier Usubyan—dari latar belakang, gaya bertarung, prestasi, tantangan yang dihadapi, hingga prospek ke depan.
Mamuka Usubyan lahir pada tanggal 2 Oktober 1994, di Shamiram, Armenia, namun berkompetisi atas nama Rusia. en.wikipedia.org+2Tapology+2 Ia bertarung dari Yekaterinburg, Rusia, dan mewakili tim BK Arkhangel Mikhail. Tapology+1 Bobotnya berkisar di –71 kg (sekitar 155 lbs) dalam kickboxing/Muay Thai, menjadikannya salah satu nama di divisi ringan hingga tengah. en.wikipedia.org+1
Awal karier Usubyan di ring kickboxing menunjukkan bahwa ia memperoleh banyak kemenangan dan mencatat rekor yang sangat baik. Sekitar tahun 2020 ia mulai naik ke level yang lebih tinggi, termasuk mempertaruhkan gelar di organisasi seperti Fair Fight. en.wikipedia.org+1
Usubyan secara resmi menjadi juara ringan Fair Fight (–71 kg) saat ia menghadapi Alexander Skvortsov pada acara Fair Fight XIV, di mana ia memenangkan sabuk tersebut melalui keputusan bulat. en.wikipedia.org+1 Selanjutnya, ia mempertahankan gelar tersebut dalam beberapa pertarungan, termasuk melawan Zhora Akopyan pada Fair Fight XVII dan kemudian melawan Aleksei Ulianov pada Fair Fight 19 melalui keputusan terbelah—meskipun kemenangan tersebut sempat menuai kontroversi. Patada Alta+1
Di sisi Muay Thai profesional, Usubyan mulai mendapatkan eksposur internasional ketika ia tampil di ajang besar seperti ONE Friday Fights 52 dan ONE Friday Fights 75 yang berlangsung di stadion Lumpinee, Bangkok. sofascore.com+1 Salah satu momen pentingnya adalah ketika ia mengalahkan Khunsuek Superbon Training Camp melalui KO dengan pukulan kiri di ronde kedua pada 16 Agustus 2024. Tapology+1
Rekormu yang tercatat di Muay Thai per 2024 menunjukkan: 2 kemenangan dalam 2 pertarungan tingkat utama: satu kemenangan lewat keputusan atas Shadow Singha Mawynn (16 Februari 2024) dan satu kemenangan KO atas Khunsuek. Muay Thai Records+1
Mamuka Usubyan dikenal sebagai petarung yang mengandalkan kombinasi teknik strike dengan distribusi pukulan yang efisien. Beberapa karakteristik gaya bertarungnya antara lain:
Southpaw (kidal) stance, yang memberi keuntungan dalam situasi bertukar pukulan dengan lawan yang dominan ortodoks. en.wikipedia.org+1
Pukulan presisi: Kemenangan KO atas Khunsuek tercatat berasal dari pukulan kiri tajam di awal ronde kedua—menunjukkan bahwa Usubyan tidak hanya bergantung pada volume tetapi juga pukulan yang bersih. Tapology+1
Teknik pertahanan yang solid: Meski belum banyak catatan publik tentang semua aspek defensifnya, kemenangan melalui keputusan melawan lawan-lawan tangguh menunjukkan bahwa ia mampu bertahan dan mempertahankan ritme pertarungan.
Mentalitas juara: Banyak ulasan menyebut bahwa Usubyan tampil tenang dan terukur, terutama dalam pertarungan besar di kandang lawan atau di panggung yang menuntut tekanan tinggi.
Walau kariernya menunjukkan beberapa pencapaian, Usubyan menghadapi sejumlah tantangan penting:
Peningkatan level lawan: Saat naik ke panggung seperti ONE Championship, lawan-lawannya sering berasal dari negara dengan tradisi Muay Thai kuat (seperti Thailand). Menghadapi lawan-lawan rumah tangga Muay Thai artinya adaptasi terhadap gaya, intensitas, dan tekanan.
Pengelolaan karier ganda: Usubyan bertarung di kickboxing dan juga tampil di Muay Thai profesional. Transisi antara aturan kickboxing dan aturan Muay Thai (clinch, tekukan, siku) bisa menjadi tantangan dalam penyesuaian strategi.
Eksposur internasional: Meskipun ia sudah tampil di ajang besar, untuk benar-benar menembus jajaran teratas dunia—termasuk ranking global—ia harus menghadapi dan mengalahkan nama-nama yang sudah mapan.
Kontroversi keputusan: Salah satu pertarungannya melawan Ulianov memunculkan kritik bahwa ia “menang keputusan yang kontroversial”, yang menunjukkan bahwa aspek performa dan persepsi publik bisa jadi faktor. Patada Alta+1

Dengan usia relatif muda untuk level elite (lahir 1994), Usubyan memiliki beberapa poin kekuatan dan peluang untuk masa depan:
Waktu untuk berkembang: Di usia 30-an awal, banyak petarung berada di puncak mereka. Usubyan masih memiliki ruang untuk mengasah teknik, fisik, dan pengalaman.
Dampak dari hasil besar: Kemenangan KO di Bangkok melawan petarung Thailand menunjukkan ia bisa bersinar di lapangan besar—ini bisa membuka peluang kontrak dan lawan yang lebih besar.
Pengembangan merek pribadi: Dengan performa yang semakin dikenal, peluang sponsorship, pertarungan utama, dan eksposur televisi internasional bisa meningkat.
Diversifikasi aturan bertarung: Karena ia sudah berkiprah di kickboxing dan Muay Thai, kemampuan untuk bertarung di berbagai format bisa memberinya fleksibilitas karier yang unik dibanding petarung yang mengunci satu disiplin.
Walaupun belum mencapai level “legenda”, Mamuka Usubyan sudah mulai meninggalkan jejak yang signifikan:
Sebagai juara Fair Fight di Rusia, ia membantu mempromosikan kickboxing Rusia di level internasional.
Kemenangan internasionalnya membantu membuktikan bahwa petarung Rusia di disiplin Muay Thai tidak hanya bisa bermain, tetapi juga menang di Thailand.
Bagi generasi muda petarung Rusia dan region Eropa Timur, kisahnya bisa jadi inspirasi bahwa dengan disiplin dan peluang internasional, panggung dunia terbuka.
Mamuka Usubyan adalah petarung yang penuh dengan potensi dan mulai menampilkan kualitasnya di panggung internasional. Dari juara Fair Fight –71kg di Rusia hingga KO di Bangkok, perjalanan kariernya menunjukkan bahwa ia bukan hanya pemain regional tetapi naik ke level global.
Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut klik link berikut : BOS5000