
Dalam industri hiburan gulat profesional (Sports Entertainment), nama keluarga sering kali menjadi beban sekaligus berkah. Bagi Cody Rhodes, perjalanan kariernya adalah sebuah pencarian jati diri yang panjang untuk keluar dari bayang-bayang ayahnya yang legendaris, "The American Dream" Dusty Rhodes. Dikenal dengan julukan "The American Nightmare", Cody bukan sekadar seorang pegulat; ia adalah arsitek perubahan yang berani meninggalkan zona nyaman demi membuktikan nilainya. Puncak kejayaannya yang paling emosional adalah saat ia berhasil memenangkan sabuk juara dunia dan menuntaskan "cerita" yang telah dimulai oleh keluarganya puluhan tahun silam.
Cody Garrett Runnels Rhodes lahir pada 30 Juni 1985, di Charlotte, North Carolina. Ia lahir di tengah-tengah royalti gulat. Selain ayahnya, Dusty Rhodes, kakaknya adalah Dustin Rhodes (dikenal sebagai Goldust). Sejak kecil, Cody telah terpapar pada psikologi ring dan bisnis di balik layar.
Meskipun memiliki garis keturunan yang kuat, Cody memulai perjalanannya dengan disiplin gulat amatir di tingkat SMA, di mana ia menjadi juara negara bagian dua kali. Dasar gulat amatir ini memberinya teknik yang sangat bersih. Ia bergabung dengan wilayah pengembangan WWE, Ohio Valley Wrestling (OVW), dan segera menunjukkan bahwa ia memiliki karisma alami yang diwarisi dari ayahnya, namun dengan g
aya atletis yang lebih modern.
Cody memulai debutnya di panggung utama WWE pada tahun 2007. Di awal kariernya, ia sering dipasangkan dalam faksi seperti The Legacy bersama Randy Orton dan Ted DiBiase Jr. Di sini, ia belajar tentang arti menjadi petarung papan atas. Selama periode pertamanya di WWE, Cody berhasil mengoleksi berbagai medali dan gelar:
Intercontinental Championship: Memenangkan gelar ini sebanyak dua kali dan mengembalikan desain sabuk putih klasik yang legendaris.
Tag Team Championship: Memenangkan gelar tim sebanyak enam kali dengan berbagai mitra berbeda.
Namun, kariernya sempat mengalami jalan buntu ketika ia memerankan karakter Stardust, sebuah karakter eksentrik yang menyerupai kakaknya. Merasa karakter tersebut membatasi potensinya untuk menjadi juara dunia, Cody mengambil keputusan paling berani dalam sejarah gulat modern: ia meminta untuk dilepaskan dari kontraknya pada tahun 2016.
Keputusan Cody untuk meninggalkan WWE menjadikannya pionir bagi para pegulat independen. Ia berkelana ke seluruh dunia, mulai dari Ring of Honor (ROH), New Japan Pro-Wrestling (NJPW), hingga menjadi anggota kunci dari faksi Bullet Club. Di luar WWE, Cody belajar bagaimana menjadi wajah dari sebuah merek.
Langkah terbesarnya adala
h menjadi salah satu pendiri All Elite Wrestling (AEW). Di sana, ia membuktikan bahwa ia bukan hanya seorang petarung, tetapi juga seorang eksekutif yang mampu membangun organisasi pesaing bagi WWE. Keberhasilan AEW menunjukkan bahwa visi Cody tentang gulat sebagai bentuk seni yang serius diakui oleh jutaan penggemar global.
Pada tahun 2022, dunia gulat terguncang ketika Cody Rhodes memutuskan untuk kembali ke WWE. Debutnya di WrestleMania 38 sebagai lawan misterius Seth Rollins menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah modern. Ia kembali bukan sebagai Stardust, melainkan sebagai The American Nightmare—lengkap dengan logo tato lehernya yang terkenal dan lagu masuk "Kingdom".
Kepulangannya membawa narasi tunggal yang kuat: "Finish the Story" (Tuntaskan Ceritanya). Cody ingin memenangkan gelar juara dunia WWE, sebuah pencapaian yang belum pernah diraih oleh ayahnya maupun kakaknya sepanjang sejarah keluarga Rhodes.
Pencapaian medali dan gelar Cody setelah kepulangannya menunjukkan dominasi absolutnya. Ia menjadi orang yang sangat langka karena memenangkan pertandingan Royal Rumble dua tahun berturut-turut (2023 dan 2024). Prestasi ini menempatkannya sejajar dengan legenda seperti Shawn Michaels dan Stone Cold Steve Austin.
Puncak dari segalanya terjadi pada WrestleMania XL di Philadelphia. Dalam sebuah pertandingan emosional yang melibatkan legenda seperti The Rock, John Cena, dan The Undertaker, Cody Rhodes akhirnya mengalahkan Roman Reigns untuk menjadi WWE Champion. Kemenangan ini bukan sekadar tentang medali emas di pinggangnya, melainkan tentang pengakuan bahwa ia adalah orang yang berhasil memimpin era baru gulat profesional.
Di dalam ring, Cody Rhodes adalah seorang teknisi yang handal. Ia memiliki gaya yang sangat terukur, menggabungkan psikologi gulat klasik ayahnya dengan kecepatan modern. Gerakan ikoniknya meliputi:
Cross Rhodes: Sebuah gerakan rolling cutter yang telah menjadi simbol kemenangan bagi dirinya.
Disaster Kick: Tendangan memantul dari tali ring yang menunjukkan atletisisme tinggi.
Bionic Elbow: Sebagai penghormatan kepada ayahnya, ia sering menggunakan serangan siku ini untuk membangkitkan energi penonton.
Salah satu alasan mengapa Cody menjadi wajah utama WWE adalah kemampuannya berbicara di mikrofon. Ia tidak hanya melakukan promosi gulat; ia bercerita. Ia berbicara tentang keluarga, kegagalan, dan harapan. Kejujurannya membuat penggemar merasa memiliki ikatan pribadi dengan perjalanannya.
Ia dikenal sangat ramah kepada penggemar, terutama anak-anak. Cody sering memberikan sabuk juara replika atau jasnya kepada penggemar di baris depan setelah pertandingan. Inilah yang membuatnya menjadi sosok pahlawan sejati (babyface) yang dibutuhkan industri di era modern.
Warisan Cody Rhodes saat ini adalah tentang keberanian untuk bertaruh pada diri sendiri. Ia membuktikan bahwa jika sistem tidak menghargai potensi Anda, Anda bisa keluar, membangun nilai Anda sendiri, dan kembali sebagai seorang raja. Ia telah mengangkat martabat gelar juara dunia WWE ke tingkat yang lebih emosional.
Ia juga bertindak sebagai mentor bagi banyak talenta muda, menekankan pentingnya menjaga tradisi gulat sambil tetap inovatif. Bagi Cody, bisnis ini adalah tentang menghormati masa lalu sambil membangun masa depan.
Cody Rhodes adalah bukti nyata bahwa cerita yang ditulis dengan keringat dan air mata akan selalu memiliki akhir yang indah. Dari seorang pemuda yang terjebak dalam kostum Stardust hingga menjadi juara dunia yang merayakan kemenangannya bersama seluruh keluarga di atas ring WrestleMania, Cody telah melampaui semua ekspektasi. Ia tidak lagi dikenal hanya sebagai "anak Dusty", melainkan sebagai Cody Rhodes—orang yang menuntaskan sang cerita dan membawa industri gulat dunia ke dekade baru yang penuh harapan.
Kunjungi Juga : Elloslot