Di dunia Muay Thai yang sarat tradisi dan penuh dengan atlet luar biasa, nama Superlek Kiatmoo9 menjadi salah satu yang paling bersinar. Dikenal sebagai “The Kicking Machine”, Superlek bukan hanya dikenal karena kekuatan tendangannya yang menakutkan, tetapi juga karena ketekunan, strategi, dan dedikasi tinggi yang menjadikannya sebagai salah satu petinju terbaik di dunia saat ini.
Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih jauh tentang siapa sebenarnya Superlek Kiatmoo9, perjalanan panjangnya dalam dunia Muay Thai, prestasi yang diraihnya, serta pengaruhnya dalam dunia seni bela diri Thailand dan global.
Superlek lahir pada 6 November 1995 di provinsi Buri Ram, Thailand, sebuah daerah yang melahirkan banyak petarung Muay Thai hebat. Seperti banyak petarung Thailand lainnya, ia mulai berlatih sejak usia dini. Terinspirasi oleh pamannya, Singdam Kiatmoo9, seorang legenda Muay Thai, Superlek tumbuh dalam lingkungan yang sarat dengan budaya bertarung dan kedisiplinan.
Ia mulai bertarung di ring lokal pada usia 8 tahun, menunjukkan potensi besar yang segera menarik perhatian kamp pelatihan terkenal, Kiatmoo9 Gym, tempat yang telah melahirkan banyak petarung elite. Dari sanalah nama belakang "Kiatmoo9" ia sandang, sebagai tanda afiliasi dan penghargaan terhadap tim yang membesarkan namanya.
Superlek dikenal dengan gaya Muay Fimeu, yaitu gaya bertarung teknikal dan taktis, namun ia juga memiliki kekuatan fisik yang luar biasa. Kombinasi antara teknik dan kekuatan inilah yang membuatnya sulit dikalahkan.
Salah satu ciri khas Superlek adalah tendangan kanannya yang cepat, keras, dan presisi. Julukan “The Kicking Machine” bukan hanya sekadar label, tetapi gambaran nyata dari cara ia mengeksekusi tendangan demi tendangan, menghancurkan pertahanan lawan dengan efisiensi tinggi.
Ia juga memiliki pertahanan yang rapat, pergerakan cerdas, dan ketenangan dalam tekanan, membuatnya menjadi lawan yang sangat sulit dibaca dan diatasi, bahkan oleh petarung elit dunia.
Superlek memulai karier profesionalnya di Thailand dengan bertarung di dua stadion paling prestisius: Lumpinee Stadium dan Rajadamnern Stadium. Di sana, ia menghadapi lawan-lawan tangguh dan perlahan membangun reputasinya.
Pada usia 17 tahun, Superlek sudah mengantongi gelar Juara Lumpinee Stadium — sebuah prestasi luar biasa untuk usianya yang masih sangat muda. Tahun-tahun selanjutnya dipenuhi dengan pertarungan melawan petarung terbaik di Thailand, termasuk Panpayak Jitmuangnon, Sangmanee, dan Rungkit.
Gelar demi gelar berhasil ia kumpulkan, termasuk:
Juara Lumpinee Stadium kelas bantam
Petinju Terbaik Tahun Ini versi Sports Authority of Thailand (2012 & 2013)
Juara Rajadamnern Stadium
Penghargaan dan gelar tersebut menjadikannya sebagai salah satu petarung Muay Thai paling sukses dalam generasinya.
Langkah besar dalam karier internasional Superlek dimulai ketika ia bergabung dengan ONE Championship, salah satu promotor seni bela diri terbesar di Asia dan dunia. Di panggung ini, ia tidak hanya membawa nama dirinya sendiri, tetapi juga kehormatan seni bela diri Thailand.
Superlek tampil dalam divisi kickboxing dan Muay Thai flyweight, menghadapi para petarung kelas dunia dari berbagai latar belakang bela diri. Di antara pertarungan terkenalnya adalah melawan:
Ilias Ennahachi, juara kickboxing asal Belanda,
Rodtang Jitmuangnon, rival berat dari Thailand,
Dan Daniel Puertas, petarung eksplosif asal Spanyol.
Kemenangan demi kemenangan di panggung ONE menunjukkan bahwa Superlek mampu beradaptasi, tidak hanya di Muay Thai, tetapi juga dalam aturan kickboxing yang lebih ketat.
Pada Januari 2023, Superlek mencapai puncak kariernya di kancah internasional dengan memenangkan sabuk Juara Dunia ONE Flyweight Kickboxing. Ia meraih gelar tersebut setelah mengalahkan Daniel Puertas dalam pertarungan lima ronde yang penuh teknik dan strategi.
Kemenangan ini menjadikan Superlek sebagai salah satu dari sedikit petarung Thailand yang sukses besar di arena global kickboxing. Tak hanya menunjukkan dominasinya, ia juga membuktikan bahwa teknik tradisional Muay Thai tetap bisa bersaing di panggung internasional modern.
Salah satu momen paling dinanti dalam dunia bela diri adalah pertarungan antara Superlek dan Rodtang Jitmuangnon, dua ikon besar Muay Thai modern. Pertarungan ini digelar dalam aturan Muay Thai dan dianggap sebagai “super fight” oleh banyak penggemar.
Pertarungan tersebut tidak hanya mempertaruhkan kemenangan, tetapi juga kebanggaan dan supremasi siapa yang terbaik di antara dua bintang besar Thailand. Dalam duel yang berlangsung ketat, Superlek berhasil menang angka, memperkuat reputasinya sebagai salah satu petinju terbaik di dunia.
Di luar ring, Superlek adalah sosok yang sederhana, rendah hati, dan penuh dedikasi. Ia hidup dalam disiplin tinggi, menjauh dari gaya hidup mewah, dan fokus pada pelatihan serta pengembangan diri.
Ia juga aktif sebagai pelatih tamu di beberapa gym internasional, membagikan pengetahuan tentang Muay Thai kepada para murid dari seluruh dunia. Hal ini memperlihatkan bahwa ia tidak hanya ingin menjadi juara, tetapi juga menjadi duta besar bagi seni bela diri Thailand.
Superlek Kiatmoo9 adalah representasi modern dari petarung Muay Thai sejati: disiplin, teknikal, dan berbudi luhur. Kehadirannya di ajang global seperti ONE Championship membuka mata dunia bahwa Muay Thai bukan hanya tradisi lokal, melainkan seni bela diri yang mampu bersaing di level tertinggi.
Banyak petarung muda Thailand kini menjadikan Superlek sebagai panutan. Ia berhasil menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, seorang anak desa dari Buri Ram bisa menjadi juara dunia dan inspirasi global.
Superlek Kiatmoo9 bukan hanya petinju hebat, ia adalah simbol kekuatan, teknik, dan kebanggaan Thailand. Dengan julukan “The Kicking Machine”, ia telah menorehkan sejarah tidak hanya di stadion-stadion bersejarah Thailand, tetapi juga di panggung dunia. Keberhasilannya menjadi inspirasi bagi generasi baru petarung, baik di Thailand maupun di seluruh penjuru dunia.
Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut klik link berikut :bos5000