Cover Image

Sandor Martín: “Arrasandor” yang Mendominasi Ring Super‑Lightweight

Juli 14, 2025 - Durasi membaca: 19 menit

Sandor Martín Clemente lahir pada 22 Agustus 1993 di Barcelona, Spanyol. Mengusung julukan “Arrasandor”, ia memulai debut profesional pada 8 Oktober 2011 di Barcelona, mencatatkan TKO ronde ketiga atas Armen Hovsepyan. Sejak itu, ia terus berkembang, hingga kini mencatatkan rekor 42 kemenangan (15 KO) dan 4 kekalahan dari total 46 pertandingan.

Kejayaan di Eropa

Sandor dengan mantap membangun reputasi di Eropa, terlebih setelah meraih gelar EBU (European super-lightweight) pada 27 Juli 2019, usai Andrea Scarpa menyerah di ronde ke-9. Ia kemudian sukses mempertahankan gelar tersebut melawan Joe Hughes (Des 2019) dan Kay Prosper (Apr 2021).

Pada November 2020, Sandor resmi bergabung dengan promoter Matchroom Boxing lewat perjanjian multi-fight, memperkuat langkahnya menuju panggung juara dunia.

Beat Mikey Garcia — Upset Terbesar

Seiring dengan kariernya yang meroket, Sandor mencapai puncak prestasi pada 16 Oktober 2021, saat ia menundukkan mantan juara dunia empat divisi, Mikey Garcia, secara majority decision di Fresno, California. Pertarungan ini dianggap sebagai salah satu Upset of the Year, menunjukkan kematangan teknik dan keberaniannya menghadapi petinju top dunia.

Jejak di Tingkat Global

Sandor terus menunjukkan konsistensinya, meskipun menghadapi duel ketat seperti dengan Teófimo López (Des 2022) – yang berakhir dengan split decision meskipun dianggap performanya luar biasa.

Ia justru bangkit kuat dengan KO berantai di Italia, menumbangkan Arblin Kaba (Jul 2023) dan Mohamed El Marcouchi (Des 2023).

Menyongsong Sabuk Dunia

Pencapaian impresifnya ditandai dengan penandatanganan kontrak bersama Top Rank pada Januari 2024. Ia menyatakan siap menantang juara WBC, Devin Haney:

“Devin Haney calls himself ‘The Dream,’ but I am his worst nightmare… I will be the next WBC junior welterweight world champion.”

Dengan dukungan Top Rank dan OPI Since 82, Sandor kini diposisikan sebagai #1 contender WBC 140 lbs.

Tantangan Terbaru di Brooklyn

Pada 1 Maret 2025, Sandor naik ring melawan juara WBC Alberto Puello dalam pertarungan gelar di Barclays Center, New York. Meski kalah tipis melalui split decision, performanya dianggap sangat kompetitif.

Gaya Bertarung & Kekuatan Teknik

Sebagai petinju southpaw dengan postur 171 cm dan reach 175 cm, Sandor unggul dalam footwork cepat, counterpunching presisi, serta leverans kontrol ritme pertarungan.

Pertarungannya dengan Garcia dan Lopez juga menunjukkan stamina tinggi dan kemampuan defensif dalam menghadapi tekanan lawan.

Statistik & Ranking

Menurut BoxRec, per Mei 2025, Sandor tercatat sebagai juara Eropa dan berada di peringkat 6 dunia (BoxRec) serta 8 (TBRB) di kelas super-lightweight. Rekor 42–4 menunjukkan ketangguhan, dengan lebih dari 300 ronde yang sudah dijalaninya.

Rekor & Laga Penting

  • Debut pro: TKO ronde 3 atas Armen Hovsepyan (Okt 2011).

  • Gelar EBU 2019: menghentikan Scarpa ronde 9.

  • Beats Mikey Garcia 2021: majority decision.

  • TKO KO beruntun 2023: Kaba & El Marcouchi.

  • Gagal tampung gelar WBC 2025: kalah split decision dari Puello .

Sandor Martin updated his cover photo ...

Dengan dukungan Top Rank, Sandor siap menantang Haney seiring Haney mempertimbangkan untuk naik kelas. Ia menegaskan tekadnya:

“Saya akan jadi juara dunia WBC... apakah Haney melawan saya atau pergi ke welterweight, itu pilihannya.”

Ambisi ini didorong oleh karier konsisten dan mental juara yang matang.

Sandor Martín telah membuktikan diri sebagai pemain kunci di divisi super-lightweight. Dari memegang gelar Eropa, menggemparkan dunia lewat kemenangan atas Mikey Garcia, hingga menempatkan diri selangkah dari gelar dunia, kisahnya adalah perjalanan inspiratif. Dengan semangat juang tanpa henti dan skema taktis tajam, ia masih memiliki potensi besar untuk meraih gelar WBC.

Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut klik link berikut : bos5000