Narongsak Kaewmala, lebih dikenal sebagai Tawanchai PK Saenchai, lahir tanggal 7 April 1999 di Pattaya, Thailand. Ia mulai berlatih Muay Thai sejak usia 7 atau 8 tahun, terinspirasi dari pertunjukan di Thepprasit Stadium. Pada usia 14 tahun, Tawanchai melakukan debut profesional di Lumpinee Stadium, panggung paling bergengsi di dunia Muay Thai Thailand.
Tahun 2015, ia bergabung dengan P.K. Saenchai Muay Thai Gym di Bangkok, mengganti nama ke “Tawanchai” dan mengasah gaya bertarungnya di bawah bimbingan Pelatih Saenchai, yang juga menjadi mentor utama baginya.
Tawanchai meraih gelar juara nasional Thailand kelas 57 kg (126 lbs) pada Februari 2017, setelah mengalahkan Wayunoi Petchkiatpetch di Lumpinee Stadium. Pada tahun 2018, ia mengalahkan Kulabdam Sor Jor Piek-U-Thai dalam trilogi yang legendaris, memenangkan hadiah sampingan bernilai jutaan baht dan merebut penghargaan “Fighter of the Year” di Thailand dan Lumpinee Stadium.
Penampilan sensasionalnya berlanjut saat menghentikan petarung top Sangmanee Sor Tienpo di acara ulang tahunnya pada Maret 2019, kemenangan yang semakin mengukuhkan reputasinya sebagai fenomena Muay Thai.
Pada Oktober 2020, Tawanchai ditandatangani oleh ONE Championship dan melakukan debut pada Mei 2021 dengan KO head kick yang spektakuler atas Sean Clancy dalam laga ONE Dangal. Setelah itu, ia menghadapi Sitthichai Sitsongpeenong dan kalah via split decision—satu-satunya kekalahan besar dalam kariernya di ONE.
Namun ia bangkit dengan menyapu kemenangan atas Saemapetch Fairtex dan Niclas Larsen, memperlihatkan kecepatan, presisi, dan teknik superiornya yang khas.
Pada perhelatan ONE 161 pada bulan September 2022, Tawanchai mengalahkan Petchmorakot Petchyindee melalui keputusan bulat dan merebut sabuk ONE Featherweight Muay Thai World Championship. Rekor ONE-nya saat ini mencapai 9-1, menjadikannya salah satu striker pound-for-pound terbaik di dunia.
Dalam pertahanan gelar pertamanya, ia menghadapi Jamal Yusupov pada event ONE Fight Night 7 (Februari 2023) dan menang KO cepat hanya dalam 49 detik melalui low kick yang mematikan.
Pada tanggal 24 Januari 2025, di ajang ONE 170: Tawanchai vs Superbon II di Bangkok, Tawanchai kembali mempertahankan gelar dengan TKO ronde 2 setelah menjatuhkan legenda Muay Thai Superbon Singha Mawynn dengan kombinasi pukulan akurat. Laga ini menjadi salah satu pertahanan gelar terbaiknya hingga kini. Pencapaian ini menegaskan statusnya sebagai “Featherweight King” tanpa keraguan.
Setelah kemenangan gemilang, Tawanchai dijadwalkan melawan Masaki Noiri untuk sabuk Interim Featherweight Kickboxing di event ONE 172 di Saitama, Jepang (Maret 2025). Pertarungan ini dianggap sebagai bukti bahwa ia kembali berada di puncaknya dan menantang di kedua disiplin, Muay Thai dan kickboxing.
Menurut catatan resmi ONE, Tawanchai memiliki tinggi 180 cm (5’11”), berat kelas featherweight sekitar 70 kg, dan fighting stance southpaw—yang membuat pukulan kiri dan tendangan kiri menjadi senjata utamanya.
Secara keseluruhan ia mengaku telah bertanding hampir 200 kali sejak kecil, meski catatan resmi menunjukkan sekitar 168–168 lawyer (lebih dari 130 kemenangan) dengan puluhan KO. Tawanchai dikenal dengan precision striking, footwork elegan, dan kecerdasan taktik (Muay Femur style).
Tawanchai menyebut tahun 2024 sebagai periode sulit—mental dan fisik menurun, kritikan online, serta performa yang tak maksimal. Namun ia menggunakan itu sebagai batu loncatan untuk comeback yang spektakuler di awal 2025. Strategi barunya membuahkan hasil luar biasa di laga Superbon II.
Sejak 2018, ia menerima berbagai penghargaan bergengsi:
Sports Authority of Thailand Fighter of the Year 2018
Siam Kela Fighter of the Year 2018
Lumpinee Stadium Fighter of the Year 2018
ONE Muay Thai Fighter of the Year 2022 dan Breakout Star of the Year 2022
Rekor pertarungannya termasuk beberapa KO spektakuler yang ditayangkan secara global.
Divisi featherweight Muay Thai di ONE kini sangat kompetitif. Juara seperti Superbon, Jo Nattawut, dan pendatang baru seperti Bampara Kouyate serta “Shadow” Singha Mawynn dianggap sebagai ancaman serius. Namun Tawanchai tetap menjadi raja divisi, terbukti dari dominasi dan ketepatan tekniknya.
Dengan kemampuan beradaptasi antara Muay Thai dan kickboxing, Tawanchai membuka peluang meraih sabuk berganda kedepannya.
Tawanchai PK Saenchai adalah figur yang mendefinisikan era baru Muay Thai di panggung global. Dari debut Lumpinee Stadium di usia remaja hingga menjadi raja Featherweight di ONE Championship, ia membawa kualitas teknis, mental baja, dan stabilitas performa yang langka di generasinya.
Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut klik link berikut : BOS5000