Xie Wei, yang dijuluki “The Hunter”, lahir pada 16 September 1996 di Cina. ESPN.com+1 Ia tumbuh di Guangzhou dan kemudian memutuskan untuk menapaki jalan seni bela diri setelah melihat video-video tentang kuil Shaolin secara daring. Ketertarikan ini membawanya pada keputusan penting: pada usia 14 tahun ia pindah ke Kuil Shaolin untuk belajar selama empat tahun di bawah bimbingan para biksu pejuang. ONE Championship+1
Setelah masa latihan tersebut ia pindah ke Qingdao untuk mengejar impian menjadi atlet MMA profesional. ONE Championship
Julukan “The Hunter” mencerminkan gaya bertarungnya yang agresif dan keinginannya untuk berburu kemenangan dengan determinasi yang tinggi.
Pada tahap awal kariernya, Xie Wei menunjukkan kecenderungan sebagai striker — senang berdiri dan menyerang dengan pukulan keras serta siku dari posisi clinch. ONE Championship+1 Ia memulainya dengan rekor positif di kelas kickboxing regional Tiongkok, dan kemudian masuk ke promosi kompetisi yang lebih besar seperti ONE Championship melalui platform seperti ONE Hero Series dan ONE Warrior Series. ONE Championship+1
Salah satu momen penting adalah ketika ia menjadi juara di promotor regional Tiongkok dan menyegel lima kemenangan KO beruntun yang kemudian menarik perhatian tingkat global. ONE Championship+1
Kini, Xie Wei berkompetisi di kelas bantamweight (sekitar 135 lbs) dan menjadi bagian dari roster global ONE Championship. ESPN.com
Xie Wei dikenal karena beberapa karakteristik dalam gaya bertarungnya:
Striking power: Ia sering mengandalkan pukulan keras, terutama dari kombinasi pukulan langsung (left hook, right hand) dan low kicks untuk membuka jalan menuju kemenangan. Sebagai contoh, dalam kemenangan melawan Chan Rothana di bulan Desember 2020, Xie menyerang dengan tekun, kemudian menjatuhkan Rothana dengan left hook ke rahang dan diakhiri ground-and-pound. ONE Championship+1
Teknik clinch & elbows: Dari latar belakang Shaolin dan kickboxing, ia mengembangkan kemampuan untuk bertransisi ke clinch, lalu menyerang dengan siku dan pukulan pendek di jarak dekat. ONE Championship
Mental “pemburu”: Julukannya mencerminkan mentalitasnya — bukan hanya menunggu lawan yang menyerang, tetapi aktif mengejar, mendesak, dan memaksa tempo pertarungan ke dalam wilayah kendalinya.
Namun, meskipun punya keunggulan di striking, Xie juga menghadapi kelemahan yang muncul dalam pertarungan tingkat atas: grappling dan submission defence masih menjadi area yang perlu diperkuat. Sebagai contoh, dalam pertandingan melawan Reece McLaren pada Juni 2022, Xie kalah via submission (rear-naked choke) pada ronde pertama. ESPN.com+1
Salah satu loncatan besar dalam karier Xie Wei datang ketika ia mencatat kemenangan global pertamanya di ONE Championship: pada 18 Desember 2020, ia menghadapi Chan Rothana dan menang via TKO pada menit ke-1:39 di ronde ketiga. CONAN Daily+1 Kemenangan tersebut menandai bahwa ia telah mencapai panggung dunia dan bukan sekadar fenomena lokal.
Tetapi perjalanan itu tidak tanpa rintangan. Catatan pertandingannya menunjukkan beberapa kekalahan penting: misalnya pada 14 Juli 2023, ia kalah via TKO di ronde pertama melawan Yuya Wakamatsu. ESPN.com Pada 5 Juli 2024, ia kembali kalah via keputusan bulat melawan Tatsumitsu Wada. ESPN.com
Kekalahan ini menunjukkan bahwa meskipun Xie punya bakat dan potensi besar, kompetisi di level tertinggi menuntut peningkatan di berbagai aspek — bukan hanya kemampuan menyerang.
Xie Wei sering menegaskan pentingnya disiplin dan proses dalam latihan. Dalam sebuah wawancara, ia menyebut bahwa pelatihnya, Liu Jin Wen, selalu mengingatkan bahwa “takdirmu terletak di mana kamu menaruh sebagian besar energi dan waktu”. ONE Championship Ia juga menyadari bahwa pada awal kariernya ia cenderung impulsif dan mudah menyerah, namun dengan bimbingan yang tepat dan lingkungan yang mendukung, ia bisa berkembang.
Latihan di Shaolin sejak usia muda juga membekalkannya mental yang meskipun tidak langsung tentang MMA, namun tentang ketahanan, fokus, dan keinginan untuk terus berkembang — hal-hal yang sangat berguna dalam arena MMA yang keras dan tak kenal ampun.

Xie Wei tidak hanya penting sebagai atlet individu, tetapi juga sebagai simbol dari perkembangan MMA di Cina. Dalam era di mana atlet Cina mulai muncul di panggung global, sosok Xie menunjukkan bahwa jalan dari akar bela diri tradisional (seperti Shaolin) bisa mencapai arena modern, penuh tekanan dan sorotan internasional.
Kariernya juga menjadi inspirasi bagi generasi muda pejuang Cina yang melihat bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan mental “pemburu”, kesempatan untuk menembus panggung dunia terbuka.
Melangkah ke depan, ada beberapa aspek yang akan menentukan apakah “The Hunter” bisa benar-benar menjadi bintang besar atau hanya tetap sebagai talenta menjanjikan:
Pengembangan grappling & ground game: Untuk dapat bersaing di level atas, bukan hanya striking yang cukup — kemampuan bertahan dari submission, dan juga menyerang di lantai, menjadi aspek penting.
Konsistensi performa: Mengingat beberapa kekalahan yang datang di ronde awal atau via submission, Xie perlu menjaga performa dari awal hingga akhir pertarungan.
Adaptasi gaya bertarung: Lawan-lawannya sekarang telah tahu reputasi dan gaya agresif Xie, sehingga ia perlu mengembangkan taktik, variasi, dan pertahanan yang kuat agar tidak mudah diantisipasi.
Membangun momentum kemenangan: Di dunia MMA, kemenangan beruntun dapat mengangkat profil seorang atlet tinggi; oleh karena itu, pembalikan tren dari kekalahan menjadi kemenangan adalah penting.
Xie Wei — “The Hunter” — adalah contoh pribadi dari transformasi: dari anak yang aktif mencari arti melalui bela diri tradisional di Shaolin, menjadi atlet yang berani menantang dunia dalam arena MMA. Perjalanan ini penuh dengan kegigihan, pelajaran, kemenangan, sekaligus kekalahan. Tetapi justru melalui kekalahan itulah karakter seorang pemburu sejati terbentuk: yang terus belajar, bangkit, dan mengejar target berikutnya dengan tekad.
Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut klik link berikut : fantastic4d